Sabtu, 9 Mac 2013

DOA MELAWAN GANGGUAN JIN DAN SYAITAN:



DOA MELAWAN GANGGUAN JIN DAN SYAITAN:

Bacalah dengan lidah dan mintalah dengan hati.  Janganlah berdoa dengan hati yang lalai.

1.

أعوذُ باللهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ -
Aku berlindung dengan ALLAH Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui daripada syaitan yang direjam.

2.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ -
Dengan nama ALLAH, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani .

3.
بِسْمِ اللهِ الَّذِى لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ
وَهو السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ -
Dengan nama ALLAH yang tidak dapat mendatangkan mudarat dengan namaNYA oleh sesuatu yang ada di bumi dan di langit. Dan DIA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

4.
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ الله التَّامَّاتِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ -
Aku berlindung dengan kalimah-kalimah ALlah yang sempurna daripada kejahatan/keburukan makhluk.

5. Ayat al-Kursi

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِه ِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلايُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ -
Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan. Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (al-Baqarah=255)

6. Bacalah Tiga Qul

a- Surah al-Ikhlas - ﴿قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
b- Surah al-Falaq -﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
c- Surah an-Nas - ﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ Bacalah semua hingga ke akhir surah-surah tersebut.

Jumaat, 8 Mac 2013

RAHSIA AIR PENAWAR


AIR PENAWAR YANG MUJARAB

Jampi merupakan bacaan khusus untuk memberikan kuasa sakti yang mujarab kepada ubat. Sementara mantera pula adalah bacaan khusus yang diyakini mempunyai kuasa ghaib untuk menyembuhkan penyakit. Jampi dan mantera adalah warisan kepercayaan zaman 'animisme' iaitu golongan manusia,yang hidup dengan dilingkari kepercayaan terhadap kuasa-kuasa ghaib daripada makhluk-makhluk ghaib. 


Sebenarnya jampi, mantera atau serapah itu merupakan suatu sihir kata yang bererti setiap kata-kata yang diucapkan oleh bomoh, dukun atau pawang itu mempunyai hubungan dengan kuasa ghaib tersebut. Ini disebabkan kata-kata yang menjadi jampi, mentera atau serapah itu tidak dapat berdiri sendiri melainkan ia menumpang suatu kuasa ghaib yang dengan bacaan itu maka kuasa ghaib tersebut akan berfungsi untuk kepentingan bomoh, dukun atau pawang tersebut. 

Jika sekiranya jampi, mantera atau serapah itu ditujukan kepada suatu kuasa seperti jin maka jampi atau mantera itu merupakan suatu ibadat kepada makhluk tersebut. Maka disinilah puncanya amalan syirik dan disinilah juga batas penentu samada amalan merupakan suatu amalan yang benar atau yang salah, sesuai menurut pandangan agama Islam yang suci. Jelaslah bahawa pengabdian kepada suatu kuasa yang tertentu selain kekuasaan Tuhan itu bermakna kita yakin penuh terhadap kuasa ghaib tersebut supaya dapat membantu kit a untuk penyembuhan sesuatu penyakit atau menyelesaikan masalah atau mendatangkan hajat. 

Maka nyatalah perbuatan ini adalah syirik hukumnya kerana kita salah meletakkan kuasa yang tidak dapat menandingi kekuasaan Allah Taala. Oleh itu, sebagai seorang Islam kita tidak harus untuk mempercayai jampi, mantera atau serapah tetapi yang ada untuk kita amalkan adalah 'doa'. Konsep berdoa adalah memohon terus yang dituju-_ kan kepada kebesaran dan kekuasaan Allah swt. tanpa perantara. Amalan penyembuhan Islam ialah memenuhi konsep iman dan amal dengan berdoa, iaitu menumpukan hasrat dan harapan kepada Tuhan dengan melakukan rawatan yang sesuai dengan Ilmu Perubatan, umpamanya membacakan ayat­ayat suci al-Quran atau zikir kedalam Air Penawar Yang Mujarab dengan niat berdoa kepada.Allah swt. agar menyembuhkan penyakit tersebut. 

Segelas air dingin yang telah didoakan dengan membaca zikir dan ayat-ayat al-Quran yang dijadikan penawar, selalunya pesakit yang meminumnya akan berasa kelegaan yang segera. Bagaimanapun kebanyakan orang sekadar melihat segelas air itu sebagai objek bagi menyembuhkan penyakit dan bukan hakikat sebenarnya kenapa segelas air itu yang dijadikan penawar. Fikirkanlah juga kenapa untuk menělan pil sebagai ubat kita dikěhendaki meneguk segelas air?. Sebenarnya segelas air itu menjadi objek bagi menolak pil tersebut supaya lolos di kerongkong dan bukannya sebagai penyembuh. 


Begitulah juga hakikat sebenarnya mengapa segelas air yang telah didoakan itu menjadi penawar yang mujarab di dalam rawatan secara Islam. Pil yang dimasukkan ke dalam air berkenaan ialah doa setelah dibaca dan dihembuskan ke dalamnya sebagai ubat. Maka oleh sebab pil itu-boleh-dilihat tentulah seseorang pesak.it itu yakin mengenai pěnyembuhannya, sedangkan doa yang`dibacakan itu tidak boleh dilihat dengan mata kasar.

Doa Penguat Zakar


Jika zakar anda lemah semasa berjimak (bersetubuh), bacalah doa ini 3 kali kepada zakar anda waktu hendak berjimak (bersetubuh). 

Doanya:

بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ تَامَّهْ، وَالرُّوْحِ، وَالدَّمِ، وَلَحْمِ، وَسَحْمِ، وَالْحُرُوْبِ، وَالْجُلُوْبِ وَتَقْضِىْ، فَاِذَا قَضَيْتَ اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ

RAHASIA PENGUCAPAN "ALLAH" DAN KESEHATAN.
.
بِــــــــــسْم ِ الَّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـم
.
صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ أَلَا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الْأُمُورُ
shiraathi allaahi alladzii lahu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi alaa ilaa allaahi tashiiru al-umuuru

[42:53] (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan. 


Dalam sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan oleh seorang profesor psycologist yang bernama Vander Hoven (VH) , dimana telah mengadakan sebuah survey terhadap pasien di rumah sakit belanda yg kesemuanya non muslimselama tiga tahun. Dalam penelitian tersebut VH melatih para pasien untuk mengucapkan kata ALLAH ( Islamic pronouncing ) dengan jelas dan berulang-ulang.

Hasil dari penelitian tersebut sangat mengejutkan, terutama sekali untuk pasien yang mengalami gangguan pada fungsi hati dan orang yang mengalami stress / ketegangan (tension ).

... AL Watan, surat kabar Saudi sebagaimana telah mengutip dari peryataan profesor VH tsb, yang mengatakan bahwa seorang muslim yang biasa membaca Al-Qur’an secara rutin dapat melindungi mereka dari penyakit mental dan penyakit-penyak it yang ada hubungannya ( psychological diseases ). VH juga menerangkan bagaimana pengucapan kata ALLAH tsb sebagai solusi dari kesehatan , ia menekankan dalam penelitiannya bahwa huruf pertama dalam ALLAH yaitu "A" dapat melonggarkan (melancarkan ) pada jalur pernafasan ( respiratory system ), dan mengontrol pernafasan ( controls breathing ). dan untuk huruf konsonan "L" dimana lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek relax , juga VH menambahkan bahwa huruf "H" pada ALLAH tsb dapat menghubungkan antara Paru-paru dan Jantung dimana dapat mengontrol system dari denyut jantung ( heart beat ).

Subhanallah, sungguh luar biasa kebesaran Allah SWT ini, dimana penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor non muslim yang tertarik dan meneliti akan rahasia Al-Qur’an ini sangat mengejutkan para ahli kesehatan di Belanda.

Sekarang bagaimana dengan kita sebagai seorang muslim yang meyakini akan kebesaran kitab Suci Al Qur’an, sudahkan membaca dan mengamalkannya. .?

Allah says : We will show them our signs in the universe and in their own selves, until it becomes manifest to them that this (Qur'an) is the truth.Yaitu jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada dilangit dan di bumi , ingatlah bahwa kepada Allah-lah kembalinya segala urusan.( QS : 42 : 53 )

RAHSIA HADIS RASULULLAH SAW


Nabi melarang para sahabatnya meniup air panas yg akan diminum....KENAPA?

Beliau tidak menerangkan kenapa tapi beliau melarang keras hal tersebut..... ternyata....Dalam penelitian Science,air panas (H2O) yang bertemu karbondioksida ( CO2) yg dihembuskan oleh mulut (maanusia mengeluarkan CO2)maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3,asam karbonat.

Dan jika asam karbonat ini masuk ke dalam tubuh manusia, maka boleh mengakibatkan penyakit jantung.

Subhanallah, rupanya itulah rahsianya.

PINTU SYAITAN


10 PINTU SYAITAN MASUK KEDALAM HATI MANUSIA

Menurut ulama, syaitan menguasai tubuh badan manusia melalui 10 pintu IAITU;
1) Sifat sombong dan angkuh – Dua sifat mudah tersemai dan menyubur dalam diri manusia. Ia berpunca daripada keegoan manusia yang lazimnya mudah hanyut ketika dilimpahi kemewahan.

2) Bakhil dan kedekut – Setiap harta benda dan kemewahan adalah kurniaan Allah yang harus dibelanjakan ke jalan benar. Ia boleh digunakan untuk membantu kesempitan hidup orang yang memerlukan sama ada melalui kewajipan berzakat atau sedekah.

3) Takbur dan bongkak - Sifat ini selalu bertapak dalam diri manusia yang berasakan memiliki segala-galanya dalam hidup. Mereka terlupa kesenangan dan kenikmatan dikurniakan itu boleh ditarik oleh Allah pada bila-bila masa saja. Allah berfirman yang bermaksud: “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang takbur.” (Surah an-Nahl, ayat 23)

4) Sifat khianat - Khianat yang dimaksudkan bukan saja melalui perbuatan merosakkan sesuatu yang menjadi milik orang lain, tetapi juga mengkhianati hidup orang lain dengan tidak mematuhi perjanjian atau perkongsian yang dibuat.

5) Tidak suka menerima ilmu dan nasihat - Junjungan Rasulullah SAW selalu menasihati sahabat supaya mengelakkan diri daripada menjadi golongan keempat di kalangan manusia yang dibenci Allah iaitu tidak suka diri mereka dinasihati atau mendengar nasihat orang lain.

6) Hasad dengki - Sifat ini selalu diikuti rasa benci dan dendam berpanjangan. Rasulullah SAW bersabda bermaksud: “Hindari kamu sifat hasad kerana ia memakan amalan kamu seperti api memakan kayu kering.” (Hadis riwayat Bukhori dan Muslim)

7) Meremehkan orang lain - Sifat ego manusia selalu lahir apabila individu berasa dirinya sempurna berbanding orang lain yang dilihat terlalu kecil dan kerdil dengan apa dia miliki.Abu Umamah pernah meriwayatkan Rasulullah SAW pernah bersabda bermaksud: “Tiga kelompok manusia yang tidak boleh dihina kecuali orang munafik ialah orang tua Muslim, orang berilmu dan imam yang adil.” (Hadis riwayat Muslim)

8) Sifat ujub atau bangga diri - Menurut Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: “Jangan kamu bersenang-lenan g dalam kemewahan kerana sesungguhnya hamba Allah bukan orang yang bersenang-senan g saja.” (Hadis riwayat Abu Naim daripada Muaz bin Jabal)

9) Suka berangan-angan Islam antikemalasan. Orang yang berat tulang untuk berusaha mencapai kecemerlangan dalam hidup dipandang hina oleh Allah dan manusia. Mereka lebih gemar berpeluk tubuh dan menyimpan impian tinggi tetapi amat malas berusaha untuk memperolehnya.

10) Buruk sangka – Seseorang yang suka menuduh orang lain melakukan sesuatu kejahatan tanpa diselidik amat dicela Islam. Sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Nanti akan ada seseorang berkata kepada orang ramai bahawa mereka sudah rosak. Sesungguhnya orang yang berkata itulah sebenarnya yang sudah rosak dirinya.” (Hadis riwayat Muslim)

RAHSIA AYAT SYIFAA'

AYAT PENYEMBUH


Sesungguhnya di dalam al-Quran banyak menyebut tentang ayat-ayat kesembuhan (Ayatul Syifa’) yang membentangkan pelbagai pengajaran penting berkaitan dengan kesihatan dan kesejahteraan diri. Ayat- ayat yang dimaksudkan ialah seperti berikut:

Imam Abul Qasim Qushairi r.a. telah dilaporkan berkata: "Seorang di antara anakku jatuh sakit sehingga ia hampir maut. Di waktu itu daku mimpi bertemu Rasulullah s.a.w. dan daku pun beritahu hal anakku itu. Baginda s.a.w. berkata: "Mengapakah kamu tidak ambil berat pada ayat-ayat syifaa'? Mengapakah tidak kamu amal ayat-ayat itu dan memohon (kepada Allah) agar disembuhkan?" Setelah itu juga daku mula memikirkan peristiwa itu. Setelah diteliti (al-Qur'an) maka daku temui ayat-ayat itu pada ENAM TEMPAT. Ianya adalah seperti berikut:

14. Perangilah mereka, nescaya Allah akan menyeksa mereka dengan (perantaraan) tangan kamu, dan Allah akan menghinakan mereka serta menolong kamu menewaskan mereka, dan ia akan memuaskan hati orang-orang yang beriman.

57. Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman.

69. Kemudian makanlah dari segala jenis bunga-bungaan dan buah-buahan (yang engkau sukai), serta turutlah jalan-jalan peraturan Tuhanmu yang diilhamkan dan dimudahkannya kepadamu". (Dengan itu) akan keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandungi penawar bagi manusia (dari berbagai-bagai penyakit). Sesungguhnya pada yang demikian itu, ada tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) bagi orang-orang yang mahu berfikir.


82. Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari Al-Quran ayat-ayat suci yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepadanya; dan (sebaliknya) Al-Quran tidak menambahkan orang-orang yang zalim (disebabkan keingkaran mereka) melainkan kerugian jua.

80. "Dan apabila aku sakit, maka Dia lah yang menyembuhkan penyakitku;

44. Dan kalaulah Al-Quran itu Kami jadikan (bacaan) dalam bahasa asing, tentulah mereka akan berkata: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatNya (dalam bahasa yang kami fahami)? Patutkah Kitab itu berbahasa asing sedang Rasul yang membawanya berbangsa Arab?" Katakanlah (Wahai Muhammad): "Al-Quran itu, menjadi (cahaya) petunjuk serta penawar bagi orang-orang yang beriman; dan sebaliknya orang-orang yang tidak beriman, (Al-Quran itu) menjadi sebagai satu penyakit yang menyumbat telinga mereka (bukan penawar); dan ia juga merupakan gelap-gelita yang menimpa (pandangan) mereka (bukan cahaya yang menerangi). Mereka itu - (dengan perbuatan melarikan diri dari ajaran Al-Quran, tidak ubahnya seperti) orang-orang yang diseru dari tempat yang jauh (masakan mereka dapat mendengar dengan betul atau melihat dengan nyata)".